"jika yeoja ini mjd pengantinku, maka semuanya akan berubah!" kata Kibum, "Aku...aku namja!! aku beritahu ya! Aku ini Namja!" kata Da-in tapi tdk di hiraukan o/ mereka ber2, "menjadi pengantinku merupakan kehormatan, makanya...jika kau bisa..."kata Kibum sambil mencoba melakukannya lagi usahanya yg tadi gagal, "Waa... aku tdk bisa mengalahkannya kekuatannya spt batu." gumam Da-in, "Hentikan!" kata Yesung mencoba menghalangi lagi, "Jangan membunuh manusia lagi!" kata Yesung, "Klo begitu kau yg jadi gantinya, aku akan membunuhmu dulu." kata Kibum sambil menamcapkan pisaunya ke perut Yesung.
"Karna aku akan menjadi penguasa lebih baik kau tdk ada...."kata Kibum, "Aku... tdk berniat u/ menjadi penguasa...!!!"kata Yesung,"Seharusnya kau mengerti u/ menjadi penguasa tdklah harus mengikuti 1 keinginan...Uhuck...uhuck..."kata yesung lagi. Kemudian Da-in pun mendekati yesung dan memapahnya keluar dari gudang itu,"Perlu kau tahu pisau itu diciptakan khusus u/ membunuh bangsa kita, jadi lukamu itu tdk mudah u/ disembuhkan!!" kata Kibum."Ayo!" kata Yesung kpd Da-in mereka pun berjalan meninggalkan gudang itu.
Setelah mereka pergi tiba2 ada seorang yeoja yg berlari2,"Kita dlm masalah! baru saja mereka menghubungiku klo mereka mengetahui tentang pertemuan ini dan sekarang dlm perjalan kemari." kata yeoja itu, " Jangan biarkan mereka lari!" kata namja yg berkaca mata, "Tdk ada jalan lain... Kita akhiri saja pertemuan hari ini..." kata Kibum sambil keluar dari gudang, "Cepat pergi sbelum kita tertangkap." kata anggota lain, "Lagi pula Yesung akan mati... nanti saja ku urus gadis itu..." kata Kibum sambil tersenyum sinis.
Skippp....
"Ugh!" kata Yesung "Bertahanlah lebih lama lagi, di dekat sini ada RS..."kata Da-in, "Tdk ada gunanya ke RS, aku akan mengeluarkan ini!" kata Yesung, "Apa?!" kata Da-in dgn terkejut lalu menahan tangan Yesung agar tdk menarik pisau itu, "Kau tdk bisa mengambil pisau itu begitu saja...!!" kata Da-in tapi apa daya Yesung tetap mengambilnya,"Ugh...!!!"kata Yesung, "Apa yg kau lakukan?? Liat sekarang darah yg keluar lebih banyak!!" kata Da-in.
"Dia bisa benar2 mati!" gumam Da-in, "Tunggu di sini, aku akan mencari bantuan!!" kata Da-in sambil mau berlari, "Tidak!" kata Yesung sambil memegang tangan Da-in, "Bahkan aku tdk membawa ponsel! kita harus menghubungi 911!" kata Da-in, "Tdk ada gunanya...!!" kata Yesung, "Kau bisa mati karna terlalu banyak darah yg keluar! maka dari itu kau harus segera di bawa ke RS!!" kata Da-in, "Percuma saja aku akan mati...." kata Yesung," Apa....???" kata Da-in, "Aku terluka di daerah vital, maka susah u/ disembuhkan, ditambah lagi pisau ini diciptakan u/ membunuh bangsa penghisap darah spt kami..."Kata Yesung.
"Kau ini bicara apa sich??? Bangsa penghisap darah apanya?" tanya Da-in yg masih belum mengerti dan mencoba mengambil pisau dari tangan Yesung, "Itu berbahaya berikan pada ku!!" kata Da-in tapi Yesung tdk mau memberikannya dan menariknya dari tangan Da-in hingga berdarah,"Ah..." kata Da-in Yesung pun terkejut melihatnya,"Sial ini sudah ke 2 kalinya!" kata Da-in, Yesung pun tersenyum melihatnya Da-in pun langsung mengambil pisau itu dan menyimpannya, "Aku ambil ini." kata Da-in, "Pergilah!" kata Yesung, "Aku akan meminum darahmu... jika kau tdk mau cepat pergi dari sini!!!" kata Yesung .
"Apa..apa kau salah satu mereka juga? atau kau bicara begitu karna kehilangan banyak darah?" tanya Da-in, "Ini bukan lelucon, aku bisa bertahan jika meminum darahmu... tapi kau akan mati!!!" kata Yesung sambil memegang dadanya, "Dgn keadaan spt ini aku tdk bisa mengendalikan instingku." kata Yesung, Da-in tdk menghiraukan perintah yesung dia pun memapah laginya lagi, " Kondisimu kini sedang tdk baik, kau tadi kan tlah menyelamatkanmu, jadi aku harus balas budi padamu." kata Da-in, "Sudah hentikan, dan larilah!!! ini sangat berbahaya u/ mu." perintah Yesung.
"Jangan khawatir aku bisa menangani namja sekarat spt mu." kata Da-in, tangan Yesung pun mulai memegang leher Da-in, "Ini membuatku tdk nyaman, jika kau memegang leherku spt ini!" kata Da-in, "Ini adl batas ku!!!" kata Yesung, "Apa...???!!!" kata Da-in, Yesung pun menghadap Da-in, "Tidak!! beraninya kau berpikir meminum darahku!!!" kata Da-in.
At masa kini
"Kenapa jadi begini???? A...ak....aku jadi...perempuan.... aaahhh... ini tdk masuk akal ini pasti mimpi, digigit vampire. Kembali hidup...jadi perempuan...itu mimpi belaka. Kini aku hanya perlu istirahat saja, dan semoga saat bangun nanti semua kembali normal." kata Da-In sambil membenamkan tubuhnya ke bantal dan terus meyakinkan dirinya klo ini hanya mimpi.
Keesokan harinya
Segerombol orang saling berbisik membahas apa yg telah terjadi semalam. "Apa kalian sudah dengar???" kata salah seorang mengawali perbincangan, "Semua orang dari sekolah kita dikalahkan o/ orang2 yg ada di gudang itu, terlebih lagi jjang dan wakil jjang terluka parah!!! dan aku dengar 10 teman kita dihabisi o/ 2 orang saja....!!!!" kata orang itu, "Aku jg dengar klo semuanya di rawat di rumah sakit, bahkan wakil jjang sampai di perban tangannya karna luka2 itu." kata salah seorang di sana, "Bukankah ada yg bilang klo jjang terluka lebih parah???" sahut yg lain, "A...ap...apa... itu?" kata salah seorang, "Ada apa??" tanya yg lain ketika melihat eksprersi orang yg tergagap yg menunjuk pada seorang yg tengah berjalan menghampiri mereka.
"Gya.... koq bisa???" seru mereka berbarengan, kemudian salah satu mencoba memastikan, "Jjang...!!! kau baik2 saja??? mereka bilang.... kemarin malam..." kata orang itu tapi dipotong o/ orang yg baru datang itu, "Jangan bahas itu lagi!!!" katanya sambil berjalan meninggalkan kerumunan orang2 itu.
'Secret Story'
"Bayiku... kau di anugerahi 2 kehidupan. Pertama... kau hidup sebagai manusia dgn identisas namja, jika kau tdk melakukan hal itu, kau akan hidup sbg seorang manusia, seorang namja...tapi, jika situasi ini di rusak, kehidupanmu sbg namja akan berakhir...dan selanjutnya kau akan mjd yeoja, jalan yg kau lalu akan panjang & sulit. Harapanku... kau menjalani hidupmu layaknya namja yg normal tapi semua itu kembali kpd mu...Tolong jangan terkena gigitan Vampire!!!"
' Secret Story end'
Da-in pun memutuskan meninggalkan teman2nya yg masih terbengong2 dgn penampilan Da-in, dia pun menuju ke toilet dan memperhatikan tubuhnya, dia pun masih berharap kejadian semalam adl mimpi, tiba2 sepasang tangan memeluk Da-in, "Jjang apa kau baik2 saja" tanya orang itu, "Ya aku baik2 saja kau sendiri??" tanya Da-in, "Aku kan Bu-Jjang yg juga sehebat kau Jjang!" kata Bu-jjang sambil menepuk2 baku Da-in, "Apa yg kau bilang hebat, bahkan kau hampir kehilangan tanganmu?" kata Da-in, "He...he... Jjang tapikan masih untung aku masih hidup kan." jawab Bu-jjang, "Terserah kau saja." kata Da-in sambil pergi ke kelasnya.
Di dlm kelas Da-in masih memikirkan kejadian kemarin sambil menatap keluar melalui jendela hingga tanpa sengaja melihat seseorang namja di balik pohon tapi saat akan memastikan lagi orang itu telah lenyap, "Apa dia baik2 saja? tapi tadi siapa yg berada di balik pohon itu? sptnya aku pernah melihatnya."kata Da-in dlm hati. Waktu pun berjalan begitu cepat hingga tibalah waktu pulang tapi Da-in tdk langsung pulang dia menuju ke atap sekolah u/ menenangkan diri dan berpikir bagaimana caranya dia bisa kembali mjd namja.
"Kita bertemu lagi ya!" kata seorang namja, "Kau bagaimana kau tau aku sekolah di sini?" tanya Da-in, "Itu tdk penting, aku hanya ingin memastikan apa kau namja kemarin malam saja." kata Namja itu sambil menusuk perut Da-in, Da-in pun akhirnya roboh di pelukan namja itu, namja itu pun membawa Da-in ke Massionisnya. "Yesung-nim yakin jika dia seorang namja?" tanya asisten pribadinya setelah melihat sebuah kain putih yg melilit dada Da-in, "Bukankah ini menujukkan bahwa dia seorang yeoja? apa anda ingat jika seorang pure blood menghisap darah seorang yeoja dan yeoja itu masih hidup anda akan mendapatkan kekuatan yg lebih hebat" kata asistennya.
"Aku tahu makanya aku menyelamatkan dia dari Kibum semalam, apa lagi aku sudah gerah dgn kelakuannya yg membunuh banyak yeoja, padahal sudah puluhan tahun kaum kita telah berevolusi sehingga tdk tergantung dgn darah manusia, bahkan kita bisa hidup berdampingan dgn mereka, tapi kenapa dia terobsesi dgn hal bodoh itu, jika dia ingin mejadi penerus kan tinggal bilang saja lagi pula q tdk berminat menggantikan-Nya. klo soal Da-in aku tdk tau tapi setelah aku slidiki dia adl seoarang namja, ditambah lagi dia bersekolah di SMA khusus namja, yg aku heran kenapa dia tdk mati saat aku menggigitnya." kata Yesung. "Bisa saja dia menyamar di sekolah itu." kata asistennya, "Kau pikir aku tdk menyelidiki tempat tinggalnya dan teman2nya apa?" tanya Yesung, " Lalu apa yg anda dptkan Yesung-nim?" tanya asistennya, "Sudah ku katakan dia namja bukan yeoja, kau itu ya..." kata Yesung belum selesai karena melihat Da-in yg mulai sadar.
"Eucgh.... dimana aku?" kata da-in ketika sadar, "Kau ada di Massionku, Oh ya namaku Kim Jong Woon tapi kau bisa memanggilku Yesung, "Apa yg kau lakukan?" tanya Da-in sambil membenahkan bajunya, "Aku kan yg menusukmu maka aku juga yg mengobatimu." kata Yesung, "Itu memang kewajibanmu, kau mengikutiku sejak semalam?" tanya Da-in, "Ya u/ memastikan saja klo kau ada apa2, ikutlah dgn ku akan aku jelaskan." kata Yesung keluar dari kamar yg di tempati Da-in sambil di ikuti o/ Da-in.
"Duduklah!" pinta Yesung, "Nde." kata Da-in sambil duduk, " Kau itu sebenarnya namja/ yeoja?" tanya Yesung, "Sebelum kejadian tadi malam aku adl namja tapi setelah kau menggigitku aku mjd yeoja, klo soal semalam aku hanya menyamar demi menyelidiki kebenaran kabar jika pada malam hari banyak yeoja menghilang, dan apesnya anggota ku memaksaku u/ menyamar sbg yeoja, dan kau harus bertanggung jawab kpd ku, aku tdk tau bagaimana caranya aku tdk mau mjd yeoja." kata Da-in.
" Oh kau disini ternyata pengantinku." kata seorang namja yg baru datang, "Kibum dia bukan yeoja tapi dia seorang namja." kata Yesung, "Jangan coba membohongiku, atau kau ingin memilikinya, makanya kau bilang spr itu?" tanya Kibum sambil mendorong Yesung hingga menabrak tembok, "Kibum-nim hentikan! Yesung-nim sedang terluka." kata asisten Yesung tapi tdk di hiraukan o/ Kibum, tiba2 Da-in menggigit tangan Kibum hingga Kibum merasakan terpojok bahkan saat menatap mata Da-in dia seperti tersihir u/ tunduk pada keinginan Da-in.
Setelah menghisap darah Kibum Da-in pun jatuh pingsan, "Kibum sebaiknya kau pergi dari sini." perintah Yesung, "Sungguh menarik aku tdk akan melepaskan yeoja itu." kata Kibum sambil pergi, "Yesung-nim, saya akan panggilkan dokter Park."kata Asistennya, Yesung pun menggendong Da-in kembali ke kamar, "Dia telah memasuki masa sbg seorang vampir, bahkan dia mampu menaklukkan Kibum yg notabene vampir level tinggi, sebenarnya siapa kau ini Da-in?" tanya Yesung sambil menatap Da-in.
Tak berapa lama dokter Park pun datang dan memeriksa keadaan Da-in, "Yesung-nim namja itu hanya tertidur saja, dia hanya shock saja." kata dokter Park, "Apa namja?" tanya asisten Yesung, Yesung pun berlari ke dalam kamar dan membuka kain putih yg melilit di dada Da-in, dia pun shoch dgn apa yg dia lihat, "Ini tdk mungkin!" kata Yesung yg berdiri mematung tanpa menyadari bahwa Da-in telah sadar, dia pun shock karna lilitan kain di dadanya di buka o/ Yesung, "A..Ap...Apa yg kau lakukan" kata Da-in, "Kau berubah mjd namja setelah kau menghisap darah Kibum, lalu apa yg kau rasakan sekarang?" tanya Yesung.
"Oh ya, a..ak..aku merasa lebih baik, syukurlah jika aku kembali mjd namja." kata Da-in, "Sepertinya suatu saat kau masih bisa menjadi yeoja lagi, karena kita kan belum tau penyebab perubahanmu itu. Dan juga mulai hari ini hidup mu telah berubah dan kau tdk akan mjd Da-in yg dulu lagi, mulai besok kau akan bersekolah di SMA Korea." kata Yesung, "Tapi... bukankah itu sekolah elit di kota ini, lagi pula aku tdk bisa meninggalkan teman2ku." kata Da-in, "Terserah kau saja, istirahatlah lukamu tadi belum sembuh benar."kata Yesung sambil berjalan keluar kamar.
Keesokan harinya Da-in menyelinap pergi dari Massion itu, asisten Yesung pun melihat kepergian Da-in dan melapor kpd Yesung. "Yesung-nim, Yoo Da-in pergi dari sini apa kita mengejarnya?" tanya asistennya itu, " Biarkan, nanti dia akan kembali kemari jangan khawatir, setelah tau hidupnya telah berubah." kata Yesung yg masih tdk beralih dari buku yg ia baca, "Baiklah klo begitu saya permisi, Yesung-nim!" kata asistennya, Yesung pun berjalan menuju jendela memandang ke keluar sambil berguman, "Da-in sekarang hanya aku yg bisa kau percaya, aku akan melindungimu dari Kibum, ataupun dari dunia ini."
Berlari dan terus berlari itu mungkin yg bisa dia lakukan, hingga tanpa terasa tiba di depan asramanya, "Selamat pagi!" sapa Da-in pada 2 orang temannya yg baru keluar dari asrama, "Selamat pagi!" sapa mereka balik dgn tatapan speechless melihat Da-in, "Mencari siapa ya Agashi?" tanya salah 1mereka, "Nde??? apa kalian tdk mengenaliku?" tanya Da-in, mereka hanya terdiam dan menggelengkan kepala, "Aku Yoo Da-in, Jjang kalian, masa kalian melupakan hal itu?" tanya Da-in, "Sepertinya agashi salah, Jjang kami itu namja bukan yeoja, kajja! cantik2 koq gila!" kata mereka sambil berlalu.
"Sabar2 Da-in, kita cari tau dulu informasi di asrama ini." gumamnya, tak berapa lama dia keluar dgn wajah kecewa dan berjalan dgn lunglai hingga ia menabrak bahu seseorang. "Oh mianhae!" kata Da-in sambil membungkung 90derajat. "Oh gwenchanayo agashi!" kata namja itu," Suara ini... Kau!!!" kata Da-in dgn wajah sedikit cerah, "Nde agashi, apa ada yg saya bantu?" tanya Namja itu, "Hai Bodoh masa kau tdk mengenaliku?" tanya Da-in.
"Memang kau siapa agashi? aku baru melihatmu kali ini." kata namja itu, "Sudah lupakan saja klo begitu aku pergi!" kata Da-in sambil meninggalkan namja itu, namja itu pun terlihat binggung dgn kejadian yg baru saja dia alami, "Jadi semua ingatan tentang aku dihapus ya!"kata Da-in sambil duduk di trotoar, "Sudah ku bilang kini hidupmu tlah berubah kehidupanmu sbg manusia telah dihapus, jadi semua yg mengingatmu ingatangnya tlah dihapus"kata Namja yg tiba2 datang, "Yesung-shi..."kata Da-in dgn terkejut.
"A..Ap..apa? beraninya kau!!" kata Da-in sambil memukul Yesung, "Pukulan mu mulai terasa sakit sekarang..."kata Yesung sambil memegang ujung bibirnya, Da-in pun mulai ingin memukul Yesung lagi, "Hentikan Da-in!! Yesung-nim hanya ingin yg terbaik u/ mu!" kata Asisten Yesung, "Kau butuh hidup baru sbg vampire sekarang, maka datanglah padaku!" kata Yesung sambil membersihkan noda darah di bibirnya.
"Kau tdk bisa menjalani kehidupanmu yg dulu karena kau sekarang adl seorang vampire." kata Asisten Yesung, "Apa dgn menghapus ingatan setiap orang yg pernah hidup di dlm hidupku, apakah itu yg terbaik untukku???" tanya Da-in dgn penuh emosi, "Jangan membuatku tertawa!! datang kpd orang2 aneh spt kalian, Hidupku ya ku yg menentukan sendiri, tak kan ada orang yg bisa mengatur bagaimana aku menjalaninya." teriak Da-in lalu berlari meninggalkan Yesung dan Asistennya.
"Apa kita harus mengejarnya sekarang, Yesung-nim?" tanya asisten Yesung, "Biarkan saja dia perlu waktu sedikit lagi u/ menghentikan pencariannya...."kata Yesung sambil memandang kepergian Da-in, "Bagaimana semua orang tdk mengingatku??? pasti masih ada yg mengingatku!!!"" gumam Da-in sambil terus berlari dan berfikir siapa yg bisa menyakinkannya, "Yang terakhir Jang Seo Wool!!" gumam Da-in, "Ya, dia pasti mengingatku!! Seo Wool..." kata Da-in kpd seorang namja.
Namja yg merasa namanya disebut memalingkan wajahnya, karna merasa tdk mengenali Da-in lalu dia berjalan meninggalkan Da-in yg tertunduk di jalan dgn tampang frustasi, "Bagaimana ini bisa terjadi....??" kata Da-in mengingat masa kecilnya, "Seo Wool kita tumbuh bersama spt saudara." gumam Da-in lalu berdiri " Seo Wool!" kata Da-in dgn geram yg tanpa ia sadari penampilannya tlah berubah.
Seo Wool pun menoleh ke arah Da-in, "Kau mengenalku kan??" tanya Da-in, "Ah...???"kata Seo Wool, Da-in pun berjalan mendekati Seo Wool, "Siapa kau??" tanya Seo Wool, "Aku Yoo Da-in" kata Da-in sambil mengguncangkan tubuh Seo Wool, "Huh... apa yg terjadi pada tubuhku??? kenapa rambutku???" kata Da-in, "Kau cantik...!" kata Seo Wool dgn wajah memerah, "Itu...itu... bukan itu yg ku maksud..." kata Da-in panik dan sedikit menjauh dari Seo Wool, "Aku yakin aku akan segera kembali mjd namja sebentar lagi!!" kata Da-in panik sambil menarik2 rambutnya.
"Ahhh... da..dadaku...!!! kenapa mjd spt ini??" kata Da-in sambil memegangi dadanya, Seo Wool yg melihat tingkah Da-in pun akhirnya mimisan, dan bahkan Da-in masih memastikan hingga ke arah celananya hingga Seo Wool yg melihatnya pun sampai pingsan, "Ahh aku berubah mjd yeoja???" gumam Da-in lalu terkejut melihat Seo Wool pingsan, "Hei... bangun!!!" kata Da-in sambil menepuk2 pipi Seo Wool "Ah..." kata Seo Wool sambil membuka matanya, "Kau baik2 saja??" tanya Da-in.
Seo Wool terkejut lalu langsung terduduk sambil memegang tangan Da-in, Da-in pun hanya terbengong, "Khamsahamida telah mengkhawatirkan aku, agashi!!" kata Seo Wool, "Ahh... Uhm... bisakah... bisakah tanganmu..."kata Da-in sambil melihat tangannya, "Oh... mianhae!" kata Seo Wool, "Ada apa dgnnya??? aku... tdk pernah melihat Seo Wool sefrustasi spt ini... apa karna aku...aku juga tak yakin bisa terus ada di sini lebih lama lagi." gumam Da-in dlm hati, "Mianhae aku tdk sengaja..." kata Seo Wool dgn pipi bersemu merah.
Dan Da-in pun memutuskan berlari meninggalkan Seo Wool, dan mencari penjelasan atas apa yg terjadi pada dirinya kini, "Rambutmu tiba2 tumbuh... menakjubkan!!!"kata asisten Yesung, "Ini pasti ulah kalian kan???" kata Da-in sambil mencengkeram kerah asisten itu, "Ha..ha..ha.. ya tentu saja bukan.."kata Asisten itu, "aku tdk bisa merubah sesuatu sesuai dgn kemauanku, klo berubah mjd yeoja itukan pekerjaanmu." kata Yesung menghampiri mereka ber2.
"Bagaimana kau tahu aku berubah mjd yeoja?" tanya Da-in tanpa melepas tangannya dari kerah asisten Yesung, "Bukankah kemarin malam kau Yeoja???" tanya Asisten Yesung, "Apa kau melihatnya....??? " kata Da-in, "Aku hanya ingin memastikan saja." kata Yesung, "Bodoh..." kata Da-in sambil memukul Yesung, "Sudah hentikan jangan memukul yesung-nim lagi." kata asisten Yesung sambil menahan tangan Da-in tapi tdk bisa.
"Apa aku harus berterima kasih kpd kalian, karna kalian tlah merubahku mjd monster." kata Da-in, "kami ini Vampire bukan monster." kata asisten Yesung, "Semenjak kau menggigitku aku berubah mjd Yeoja, lalu kembali mjd namja, dan sekarang aku mjd yeoja lagi, lalu disebut apa klo bukan Monster !?" kata Da-in, "Jadi ini bukan yg pertama kali kau berubah jenis kelamin?" tanya Yesung, "Hmmm... sering berubah kelamin, itu sangat menarik." gumam asisten Yesung.
"Apakah itu normal???" tanya Da-in, "Sptnya kau jenis yg spesial, aku belum pernah melihat seorang vampire yg tiba2 rambutnya bisa tumbuh panjang atau berubah kelamin karna perasaan ataupun kondisi tubuhnya." kata Yesung, "Jadi aku sekarang benar2 seorang Monster." kata Da-in terduduk lemas di sebuah bangku, "Ikutlah dgnku!!!" ajak Yesung, "Oh kau ingin mnjdkan aku pengantinmu???" tanya Da-in, "Tidak... aku tidak bermaksud mjd kan mu pengantinku, aku hanya ingin melindungimu." kata Yesung, "Aku bisa melindungi diriku sendiri!!!" kata Da-in.
"Kibum-nim bisa melenyapkanmu dgn mudah." kata asisten Yesung, "Kibum...???" kata Da-in, "Orang yg menyerangmu kemarin, dia bukan tipe orang mudah menyerah, dia pasti akan mencoba membunuhmu lagi." jelas asisten Yesung, "Jika dia tau kau berubah mjd yeoja, dia pasti akan mjd kan mu pengantinya... itu semua terserah kau saja, kau mau atau tdk..." kata Yesung, "Klo begitu lebih baik aku mati saja." putus Da-in.
"Karena ini adl pilihan yg paling aman u/ melindungimu dan Yesung-nim juga, Yesung-nim tdk akan mengungkapkan bahwa kau adl yeoja." kata asisten Yesung, "Aku juga tdk mau, kenapa aku harus dilindungi... Jika bolehaku berkata, ini juga salahku, jadi..." kata Yesung belum selesai di potong o/ Da-in, "Aku tdk mau dilindungi!!!"teriak Da-in, "Bagaimana mengatasi situasi spt ini????" tanya Asisten Yesung.