Romaji
mayonaka no uta ga saken da boku hontou wa , ano hi kara zutto...akaku suki touru yuugure no ato hoshitachi wa sora ni suwari , sorezore no oto wo kanadeteita
sunao ninare to iware nakutemo namida wa mou , boku no omoi wo tsurete ashi motode chiisa na umi ninatta
sora wa ugokanai niga nobori , oriru dake
jimen wa ugokanai kimi ga aruku ka, aruka naika dake da
mayonaka no uta ga saken da boku hontou wa hitori ga kirai da daikirai da
(taisetsu) wo shitte shimatta ano hi kara zutto
aa shiawase nante chiisana supun desu kueru kuraide juubun nanda
wake aeru hito ga iruka , inaika dake da
tsuyo ga rutabini hibiga iru kokoro wa sou
marude garasu saiku ga miseru hakanai yume
(junsui) wobutsuke au noga kowai kara bokura wa mina
sureta furi wo shite futoumei na sekai ni sumi tsuita
omotai jiyuu wo biki zutte aruiteta
wakare ga kuru tabi sora gatoozakatte iku youni mieta
sayonara no ame gatsubuyaita hirai tamamano kasa gaarunda
koko ni arunda hirai tamamano yasashi saga kono mune nizutto
aa boku ni wa mada akirameteinai saikai gaaru yakusoku gaaru
hoshi kuzu wo beddo nishite nemutte iruano hito ni
kisetsu no nai machi nishagami komu otokonoko
atama wo nadete kureru hito ga inakattadake, sore dake nano ni
hoshi to mitsu meau samugari na kodomotachi
mayonaka no uta ga saken da boku hontou wa hitori ga kirai da daikirai da
hitori bocchide iki teyukete shimau nante koto
aa, shiawase nante chiisana supun desu kueru kuraide juubun nanda
wake aeru hito ga iruka , inaikadake
mayonaka no uta wa sakebu yo boku hontou wa , boku hontou wa ... sabishikatta
taiyou no mabushi sanikaki kesa retemo
saa , hata wo furou ka kata wo kumou ka tadautaouka doredemo ii yo
wake ae ru kimi gairuka , inaika dake da yo
Translation
The song of midnight shouted out, and ever since then…The tracks of red, fading twilight
The stars sit on the sky
Every sound was played
Although I can’t say “be honest”, the tears take my thoughts along
A small sea formed at my feet
The sky doesn’t move; the sun just rises and falls
The ground doesn’t move; it’s up to you to walk or not
The song of midnight shouted out
The truth is, I hate being alone
I’ve known what is important ever since that day
A small spoon is enough to scoop out happiness
There’s just the question of if there are people to share it with
The days I pretended to be strong come back to me
It’s like showing my heart glasswork, a fleeting dream
Throwing purity around is scary
We’ve all pretended we’ve had it at one point in this opaque world we live in
I walked, dragging a heavy freedom along
When the farewell came, it looked like the sky was leaving
The rain of goodbye muttered, and my umbrella was open
And now opened kindness will always be in my chest
I haven’t given up on the hope that we will meet again
I made a promise to the people who sleep with stardust in their beds
There was nobody there for the boy who sat down in a city without seasons*
But despite that…
Cold children that look up at the stars…
The song of midnight shouted out
The truth is, I hate being alone, and not knowing whether you’ll keep on being alone
A small spoon is enough to scoop out happiness
There’s just the question of if people exist that can share it
The song of midnight is shouting out
Truth is, I was lonely
Even if it gets erased in the radiance of the sun
Should we wave the flag now? Should we come together?
Should we just sing? Anything is fine
There’s just the question of whether or not you’ll be here or not
Indonesia translate:
Ku teriakkan lagu tengah malam
“Sesungguhnya semenjak hari itu aku selalu…”
Setelah jejak senja merah yang bersinar
Bintang-bintang berada di tempatnya di langit
Dan memainkan nadanya masing-masing
Walaupun aku tak bisa mengucapkan aku telah jujur
Air mata membawa serta perasaanku
Sebuah lautan kecil terbentuk di kakiku
Langit tidak bergerak, matahari hanya terbit dan terbenam
Tanah tidak bergerak, terserah padamu mau berjalan atau tidak
Ku teriakkan lagu tengah malam
“Sejujurnya, aku tak mau sendiri, aku sungguh membencinya”
Aku mulai tahu apa yang penting semenjak hari itu
Sendok kecil sudah cukup untuk mengeruk kebahagiaan
Pernyataan yang tersisa adakah orang yang mau berbagi
Retakan baru muncul setiap kali ku berpura-pura menjadi kuat
Sepertinya hatiku terbuat dari kaca, seakan mimpi yang hampa
Karena kita takut mengacaukan kemurnian, setiap dari kita berpura-pura
Seolah kita telah menetap di dunia yang buram ini
Aku berjalan menyeret serta kebebasan yang berat
Ketika perpisahan tiba, langit seakan tenggelam
Selamat tinggal, ku bergumam dalam hujan
“Kau boleh meminjam payungku, itulah kenapa benda ini ada disini”
Kan ku beri kau kebahagiaan yang selalu bisa ditemukan dihatiku
Aku belum menyerah pada harapan bahwa kita akan berjumpa lagi
Itu adalah janji pada orang yang tidur dengan stardust sebagai tempat tidurnya
Di kota tanpa musim, seorang anak laki-laki yang sedih membungkuk
Tak ada seorang pun ada untuk menjitak kepalanya
Tapi walau begitu
Anak kecil yang kedinginan memandangi bintang-bintang
Ku teriakkan lagu tengah malam
“Sejujurnya, aku tak mau sendiri, aku sungguh membencinya”
Aku selalu hidup sendiri dalam kesendirian
Sendok kecil sudah cukup untuk mengeruk kebahagiaan
Pernyataan yang tersisa adakah orang yang mau berbagi
Ku teriakkan lagu tengah malam
Sejujurnya, sejujurnya, aku kesepian
Walaupun terhapus oleh teriknya mentari
Ayo, Haruskah sekarang kita kibarkan bendera? Haruskan kita bersama?
Haruskah kita hanya menyanyi? Apapun tak masalah
Tidak ada komentar :
Posting Komentar